jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Aksi unjuk rasa yang digelar oleh mahasiswa dan masyarakat sipil di Simpang Empat Gramedia (Jalan Sudirman) Yogyakarta sempat ricuh pada Selasa malam (1/9). Sekelompok warga dan ormas meminta demonstran untuk membubarkan diri.
Aksi yang diinisiasi oleh Massa Aksi Damai Cik Di Tiro itu mulanya berjalan kondusif. Massa berkumpul di Wisma Kagama sejak pukul 16.30 WIB, lalu bergerak menuju perempatan Gramedia.
Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Hempri Suyatna mengatakan situasi berubah memanas secara mendadak karena ada provokasi.
"Sekitar pukul 19.00 WIB memang ada yang melakukan provokasi, sempat berhenti dan terjadi sedikit kaos. Namun, pukul 19.20 sudah normal kembali. Situasi baru benar-benar memanas beberapa jam setelahnya hingga massa dipukul mundur sekitar pukul 22.00 WIB," jelas Hempri.
Akibat insiden tersebut, lima mahasiswa UGM dan satu mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengalami luka-luka sehingga harus mendapatkan perawatan medis di RS Panti Rapih.
Para korban dilaporkan mengalami memar, sesak napas, dugaan tindak kekerasan fisik seperti pukulan dan tendangan, hingga paparan semprotan atau spray.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM Arie Sudjito yang turut memantau dan mengawal evakuasi di lapangan, menegaskan bahwa perbenturan antarelemen masyarakat harus dihentikan.
Menurut dia, aksi mahasiswa adalah bentuk kepekaan sosial dan idealisme kelompok intelektual yang dilindungi oleh hukum.



















































