jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis laporan terbaru terkait aktivitas Gunung Merapi untuk periode pengamatan Selasa, 8 September 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.
Hingga kini, gunung api yang membentang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut masih ditetapkan dalam tingkat aktivitas Level III (Siaga).
Staf BPPTKG Yulianto menyampaikan bahwa sepanjang hari rekaman seismik Merapi didominasi oleh aktivitas gempa guguran dan gempa fase banyak (hybrid).
"Selama 24 jam pengamatan, tercatat 83 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–36 mm dan durasi 22,69 hingga 184,51 detik. Selain itu, terdeteksi pula 76 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–44 mm," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (9/9).
Selain guguran dan gempa hybrid, instrumen BPPTKG mencatat lima kali gempa vulkanis dangkal dengan amplitudo 4–20 mm berdurasi 11,9–25,4 detik, serta 1 kali gempa tektonik jauh beramplitudo 3 mm dengan durasi 120,54 detik.
Secara visual, puncak Merapi sepanjang hari tertutup kabut kategori 0-II hingga 0-III sehingga asap kawah tidak dapat teramati secara langsung dari pos pemantauan.
Sedangkan kondisi meteorologi di sekitar gunung terpantau berawan hingga mendung dengan suhu udara berkisar antara 16,3 hingga 25,8 derajat celsius, kelembaban udara 73–100 persen dan tekanan udara 875,1–920 mmHg.
Angin bertiup tenang hingga sedang ke arah utara, timur, dan barat.



















































