Arief Poyuono Singgung Peran Pelindo Mengatasi Tekanan USD terhadap Rupiah

2 hours ago 16

Komisaris Pelindo Arief Poyuono. Foto: koleksi pribadi

jpnn.com - Komisaris Pelindo Arief Poyuono menilai ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menghindari 'jebakan dolar' dan mengurangi risiko dari tekanan keuangan AS.

Dalam siaran pers yang diterima, Kamis (22/1/2026), Arief menyebut politik mata uang di negara berkembang seperti Indonesia sangat terkait dengan keseimbangan kepentingan yang saling bertentangan antara produsen vs konsumen terhadap nilai tukar, dan antara penguatan kurs Rupiah vs pelemahan kurs Rupiah dalam mengelola volatilitas untuk stabilitas ekonomi makro Indonesia.

Dalam politik ekonomi Indonesia, katanya, mata uang digunakan sebagai alat untuk pembangunan ekonomi atau menjadi alat untuk mengendalikan inflasi.

"Tentu saja semua strategi tersebut sangat dipengaruhi oleh arah kondisi politik domestik yang dijalankan saat untuk stabilitas perekonomian domestik untuk mendukung pertumbuhan ekspor," kata Arief.

Strategi itu menurutnya beroperasi dalam sistem nilai tukar mengambang terkendali seperti yang dilakukan Indonesia selama ini dengan cara melakukan intervensi untuk mencegah apresiasi kurs Rupiah yang cepat, serta memastikan barang-barang ekspor RI yang mayoritas merupakan komoditas sumber daya alam tetap kompetitif secara global.

Namun untuk tetap mempertahankan nilai mata uang yang rendah untuk mendorong sektor ekspornya yang besar, Indonesia tidak punya pengaruh besar untuk menciptakan surplus perdagangan yang konsisten. Hal itu lantaran produk-produk ekspor barang jadi dari industri RI hampir 70 persen berbahan baku impor, seperti industri tekstil, sepatu, otomotif, dan makanan jadi dll.

Nah, Arief menyebut beberapa cara bisa dilakukan untuk menghindari 'jebakan dolar' dan mengurangi risiko dari tekanan keuangan AS. Pertama, Indonesia harus meningkatkan penggunaan Rupiah dalam perdagangan bilateral dan dengan negara-negara pengekspor minyak, serta pengekspor bahan pangan yang juga menjadi tujuan ekspor bahan baku dari Indonesia, misal dengan dalam keanggotaan BRICS.

Kedua, Indonesia perlu melakukan perubahan dari pertumbuhan ekonomi yang lebih berorientasi pada konsumsi, dan berfokus pada ekonomi produktif, seperti bertumbuhnya industri manufaktur yang berdampak juga pada pembukaan lapangan kerja, karena itu dibutuhkan untuk mewujudkan potensi ekonominya berfungsi secara penuh.

Arief Poyuono menilai sektor pelabuhan yang dikelola Pelindo sebagai transhipment hub internasional bisa berperan dalam mengatasi tekanan USD terhadap Rupiah.

Read Entire Article
| | | |