jatim.jpnn.com, SURABAYA - Di sela keramaian Job Fair Disabilitas di Gedung Wanita Surabaya, tiga guru dari SLB-A YPAB tampak berjalan perlahan dari satu stan ke stan lainnya.
Kepala Sekolah SLB-A YPAB M Ali Muhaidhori menuntun siswanya yang telah lulus dan seorang siswa yang akan segera lulus. Ketiganya adalah difabel tunatera.
Bermodalkan semangat menjadi harapan bahwa hari itu akan membuka jalan baru bagi anak-anak yang didampingimya.
Sementara sebagian guru di Surabaya merayakan Hari Guru dengan meriah, Ali memilih menggunakan hari itu untuk sesuatu yang berbeda, yakni memastikan para lulusan tunanetra memiliki kesempatan yang sama untuk memasuki dunia kerja.
“Kami ini lembaga pendidikan. Setelah mereka lulus, kami tetap punya tanggung jawab untuk membantu,” ujar Ali sesekali meraba papan informasi di depan salah satu stan perusahaan.
Job fair yang digelar Disperinaker Kota Surabaya pada 25–26 November 2025 itu menghadirkan 10 perusahaan dengan total 285 lowongan pekerjaan.
Namun, dari lima stan yang mereka datangi, belum satu pun yang menawarkan posisi untuk penyandang tunanetra-meski pada informasi acara tercantum lowongan bagi difabel, termasuk tunanetra low vision dan parsial.
Ali tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Satu persatu stan job fair yang mereka kunjungi ternyata belum menerima difabel tuna netra.



















































