kalsel.jpnn.com, BANJARMASIN - Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan tetap menjaga aktivitas pertanian, terutama penanaman komoditas tanaman pangan salah satunya menjaga stok benih yang kini masih terdapat sekitar 14 ton lebih benih padi.
Kepala BBTPH Provinsi Kalsel Sigid Sarsanto mengatakan produksi benih di lingkungan balai relatif aman karena siklus musim tanam sebelumnya telah selesai, termasuk proses panen.
“Untuk produksi secara umum mungkin terganggu karena pengaruh kemarau panjang. Tetapi untuk produksi benih di balai, alhamdulillah tidak ada masalah, karena musim tanam yang lalu sudah selesai dan sudah panen,” ujarnya di Banjarbaru, Selasa.
Menurut dia, BBTPH saat ini lebih banyak mengutamakan produksi benih untuk memenuhi kebutuhan di lingkup perbenihan sekaligus memberikan kontribusi terhadap ketersediaan benih di Kalsel.
Dia menyebutkan sebagian benih sumber yang telah diproduksi juga sudah disalurkan kepada petani maupun melalui kegiatan pemerintah.
Salah satunya benih padi sumber dari Unit Produksi Benih (UPB) Pabahanan yang mencapai sekitar 9 ton dan telah diambil untuk kebutuhan kegiatan pemerintah.
“Yang di Pabahanan sekitar 9 ton benih sumber sudah diambil. Semuanya sudah berlabel, sehingga benar-benar tersalurkan untuk kebutuhan petani,” jelasnya.
Berdasarkan data BBTPH Kalsel, sepanjang 2026 produksi benih padi mencapai 24.030 kilogram, sedangkan produksi benih kedelai sebanyak 2.060 kilogram.



















































