Bangli Viral di TPU Pandu Bandung Masuk Daftar Pembongkaran Satpol PP

3 hours ago 22

Bangli Viral di TPU Pandu Bandung Masuk Daftar Pembongkaran Satpol PP

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Rumah tinggal di di tengah-tengah batu nisan di TPU Kristen Pandu, Kota Bandung, Senin (14/9/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Pandu buka suara mengenai keberadaan rumah tinggal di kawasan pemakaman Kristen Pandu, Kota Bandung itu.

Bangunan liar (bangil) semi permanen itu terletak di antara batu nisan kuburan Cina atau Bongpay dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Dalam rekaman video yang viral di media sosial, konon ada satu keluarga yang menjadikannya sebagai tempat tinggal.

Kepala UPT Taman Pandu Syaiful Iman mengatakan bangli tersebut hanya dihuni seorang relawan kebersihan atas nama Dadang Mulyo.

Dadang sudah membuat bangli itu sejak tahun 2012 dan dipakai hanya untuk beristirahat saja. Kini, bangli tersebut sudah masuk daftar yang akan dibongkar oleh Satpol PP Kota Bandung.

Ada pun di TPU Pandu ini total ada 86 bangli yang siap dieksekusi, tersisa 12 bangunan lagi, salah satunya adalah bangli milik Dadang.

"Pemerintah Kota Bandung waktu itu sudah tertibkan dari total 86 bangunan, sudah dibongkar. Datanya terakhir ada 12 (bangli). Jadi, termasuk Pak Dadang ini masuk dalam data yang akan dibongkar," kata Syaiful saat ditemui di Kantor Pelayanan Pemakaman TPU Kristen Pandu, Senin (14/9/2026).

Syaiful menambahkan, bangli milik Dadang belum dibongkar karena masih menunggu giliran. Sebelumnya, ada puluhan bangunan liar lainnya yang sudah dieksekusi Satpol PP dan penghuninya dipindahkan.

"Sudah dilakukan pembongkaran, hanya waktu itu belum seluruhnya dituntaskan. Ini sudah masuk dalam agenda kerja dari Satpol PP Kota Bandung. Kelanjutannya pembongkaran ini, tahapan keduanya, mungkin nanti tunggu dari Satpol PP," jelasnya.

Bangli milik Dadang di TPU Pandu Bandung yang viral di media sosial masuk daftar pembongkaran Satpol PP. Dari 86 bangli, tersisa 12 bangunan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |