jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali hingga akhir tahun.
Purbaya mengatakan pengelolaan anggaran terus dijaga berkesinambungan, sehingga APBN tetap mempunyai ruang untuk memberi bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia.
“Hitungan kami sekarang USD 100 rata-rata sampai akhir tahun pun, anggaran kami tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (31/3).
Oleh sebab itu, Purbaya meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi pelebaran defisit APBN.
“Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggaran morat-marit. Kami kendalikan dengan baik semuanya dan sudah hitung sampai dengan akhir tahun,” kata Purbaya.
Diketahui, pemerintah memaparkan sejumlah skenario dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap APBN.
Pada skenario pertama, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) diperkirakan berada di kisaran USD 86 dolar per barel, dengan nilai tukar rupiah sekitar Rp 17.000 per USD, lebih lemah dari asumsi APBN sebesar Rp 16.500 per USD.
Dengan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dan imbal hasil surat berharga negara sekitar 6,8 persen, defisit APBN diperkirakan mencapai 3,18 persen.




















































