jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan bakal melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada periode 27 hingga 29 Januari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono mengungkapkan bahwa fenomena ini dipicu oleh adanya belokan angin atau shearline di wilayah Jawa.
Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah DIY.
Kondisi ini diperparah oleh suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa yang terpantau hangat, yakni berkisar antara 28 hingga 30 derajat Celsius.
Selain itu, kelembapan udara pada ketinggian 1,0 hingga 3,0 kilometer tercatat sangat tinggi, menyentuh angka 70 hingga 95 persen. Kombinasi faktor-faktor inilah yang membuat peluang hujan di Jogja dan sekitarnya menjadi sangat besar.
BMKG memetakan sebaran wilayah yang perlu diwaspadai selama tiga hari ke depan.
Pada Selasa, 27 Januari 2026, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan akan mulai mengguyur wilayah Sleman dan Kulon Progo bagian utara.
Pada Rabu, 28 Januari 2026 merupakan puncak potensi cuaca ekstrem. Hujan intensitas sedang hingga lebat diprediksi merata di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, hingga Gunungkidul bagian utara.

















































