jpnn.com, JAKARTA - Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) memperkuat peran perempuan dalam rantai nilai kopi melalui pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Wonosobo.
Mewakili KAPPI, Roby Wibisono menyampaikan Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta akses pasar di tingkat komunitas.
Dia menjelaskan dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pendampingan mulai dari pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai tambah, teknik penyajian (plating), hingga pengemasan (packaging) yang lebih kompetitif di pasar.
“Sejumlah produk olahan yang dikembangkan mencakup makanan dan minuman berbasis bahan lokal, termasuk pemanfaatan kopi sebagai bagian dari inovasi produk turunan,” jelas Roby.
Adapun pelatihan yang berlangsung pada 6–7 April 2026 di Resto Anjani tersebut melibatkan sekitar 30 peserta dari KWT Mawar Putih dan Maju Mukti.
“Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan penguatan keterampilan praktis sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal,” kata dia.
Selain penguatan di sisi produksi, pelatihan juga mencakup aspek pemasaran, termasuk pengenalan strategi digital marketing.
Peserta dibekali kemampuan memotret produk menggunakan perangkat sederhana, mengolah visual konten, serta memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung promosi secara mandiri.





















































