bali.jpnn.com, DENPASAR - Pedagang takjil mulai bermunculan pada bulan Ramadan.
Di Kampung Muslim Wanasari, depan Masjid Baiturrahmah, Denpasar, pedagang takjil mulai membuka lapak sejak Kamis (19/2) sore, menjajakan makanan dan minuman pembuka puasa Ramadan.
Untuk menjamin produk makanan yang dijual tidak mengandung zat berbahaya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar, Bali, turun tangan.
BBPOM Denpasar minta pedagang takjil tak menjual produk takjil yang mengandung zat berbahaya.
Imbauan itu dikeluarkan BBPOM Denpasar setelah menguji 27 sampel produk yang dijual di Pasar Ramadan Kampung Muslim Wanasari.
27 sampel yang diambil itu, di antaranya sate lilit, jajanan, es, bakso, dan terasi.
Produk-produk ini dipilih untuk diuji kandungan zat berbahaya, seperti pewarna tekstil, boraks, dan formalin.
Hasilnya seluruh sampel dinyatakan aman dari zat berbahaya.















































