jpnn.com - Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan Anwar Abbas mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto di Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Dalam pidato di depan para wakil rakyat itu, Prabowo meminta bank-bank pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) lebih berpihak kepada rakyat kecil dan pelaku usaha baru.
Buya Anwar -panggilan akrab Anwar Abbas- menilai pernyataan menarik yang disampaikan Prabowo itu bukannya tanpa alasan.
Ulama Muhammadiyah itu berpandangan bahwa Prabowo menyampaikan hal tersebut karena menilai perilaku bank-bank negara selama ini tampak lebih berpihak kepada usaha-usaha besar sehingga tidak ada bedanya dengan perbankan swasta.
Padahal, kata Buya Anwar, bank-bank BUMN seharusnya tahu bahwa ada mereka mengemban misi khusus yang seperti yang diamanatkan oleh konstitusi, yaitu melindungi, mencerdaskan, dan menyejahterakan rakyat.
"Oleh karena itu, sangat tepat Prabowo memerintahkan bank-bank Himbara agar ke depan mereka menjadi bank yang patriotik yang tidak hanya memikirkan sekelompok orang saja, tetapi bagaimana kehadirannya benar-benar bisa dirasakan oleh semua terutama untuk membela dan mengangkat ekonomi masyarakat kecil dan lapis bawah," kata Anwar, Kamis (21/5/2026).
Namun demikian, Buya Anwar menilai sikap dan mentalitas seperti yang diinginkan Prabowo itu tampak belum tumbuh dan berkembang dengan baik di kalangan pimpinan bank Himbara.
Hal itu bisa dilihat dari masih rendahnya jumlah kredit dan pembiayaan yang dikucurkan bank-bank Himbara kepada UMKM, yaitu sekitar 20 persen. Selebihnya, porsi 80 persen jatuh ke kelompok usaha besar yang jumlahnya sekitar 0,01 persen.





















































