jpnn.com, BOGOR - Kementerian Transmigrasi resmi membekali 1.476 akademisi yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 untuk disebar ke 53 kawasan transmigrasi guna mendorong produktivitas daerah di seluruh Indonesia.
Ribuan anggota TEP 2026 yang terdiri dari guru besar, doktor, dan master dari 10 perguruan tinggi top Indonesia mengikuti pembekalan intensif di Kota Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (25/7).
Para peserta disaring melalui seleksi ketat dari total 10.359 pendaftar yang masuk ke Kementerian Transmigrasi.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara resmi membuka agenda ini, sementara Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan pentingnya pembekalan materi keilmuan sebelum tim diterjunkan langsung ke lapangan.
Misi riset dan pengabdian ini dijadwalkan berlangsung selama empat bulan.
Seluruh personel akan disebar ke 53 titik kawasan, dengan rincian 41 kawasan prioritas nasional, 2 kawasan prioritas kementerian, serta 10 kawasan prioritas di wilayah Papua.
Fokus utama tim adalah menindaklanjuti rekomendasi program TEP 2025 lewat pengembangan potensi unggulan lokal.
Beberapa wilayah sasaran utama ekspedisi ini meliputi kawasan Salor di Merauke, Selaut di Simeulue, Lunang Selaut dan Muara Takung-Kamang Baru di Sijunjung, Batu Betumpang di Bangka, hingga kawasan Barelang di Kota Batam.






















































