bali.jpnn.com, LABUAN BAJO - Transformasi Labuan Bajo menuju destinasi kelas dunia tidak hanya dibentuk oleh kunjungan wisata dan fasilitas modern, tetapi juga oleh desain ruang yang mampu menyatukan manusia, budaya, dan lingkungan.
Desain kawasan ini memadukan struktur modern, detail budaya Flores, serta prinsip keberlanjutan untuk menciptakan lingkungan yang hidup sekaligus bernilai investasi jangka panjang.
Setiap sudut Mawatu dirancang untuk menghadirkan aktivitas yang berkesinambungan.
Jalur pedestrian yang ramah pejalan kaki menghubungkan area pantai, amphitheater, dan zona komersial.
Tata ruang yang fleksibel memungkinkan aliran pengunjung tetap aktif sepanjang hari.
Penggunaan material alami, orientasi bangunan terhadap cahaya dan angin, serta pilihan elemen arsitektur berkelanjutan memperkuat efisiensi kawasan dan meningkatkan nilai aset dalam jangka panjang.
“Desain adalah investasi.
Setiap keputusan arsitektural di Mawatu diarahkan untuk membentuk pengalaman ruang yang berkualitas sekaligus menciptakan pertumbuhan nilai kawasan,” ujar Direktur Mawatu Heryanto Kurniawan.





.jpeg)













































