bali.jpnn.com, DENPASAR - DPR RI kembali turun gunung setelah terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Badung dan Denpasar, beberapa waktu lalu.
Anggota Komisi VI DPR RI IGN Alit Kesuma Kelakan langsung menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus di Kantor Cabang Pertamina Bali, Jumat (21/11).
Alit Kelakan, sapaan akrabnya diterima langsung Sales Area Manager Retail Bali PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Endo Eko Satryo dan jajaran.
Endo Eko Satryo kepada Alit Kelakan menjelaskan kelangkaan terjadi akibat pengiriman BBM melalui kapal tanker dari Surabaya terhambat cuaca buruk.
Menurut Endo Eko Satryo, kebutuhan harian Bali sekitar 2.024 KL, tetapi saat kejadian hanya terpenuhi sekitar 980 KL.
Akibatnya selama tiga hari pada pekan lalu, BBM jenis Pertalite dan Pertamax langka di sejumlah SPBU di Denpasar dan Badung, serta sebagian Tabanan.
Namun, saat ini stok BBM sudah kembali normal.
Pada Selasa (18/11) dan Rabu (19/11) lalu telah dilakukan peningkatan pengiriman Pertamax dari rerata harian normal 1.024 KL menjadi 1.561 KL sehingga ada peningkatan 52 persen setelah kapal tanker bersandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar.



















































