jabar.jpnn.com, DEPOK - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok menurunkan dua alat berat untuk melakukan normalisasi Kali Pesanggrahan di wilayah Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Sawangan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengatasi banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Sebelumnya, warga Cipayung juga sempat menggelar aksi protes kepada Pemerintah Kota Depok terkait persoalan banjir yang dinilai belum tertangani secara optimal.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, mengatakan dua alat berat yang diterjunkan berupa amphibi PC 210 dan spider R65. Kedua alat tersebut akan dioperasikan hingga proses normalisasi selesai.
Menurut Yodi, pengerjaan normalisasi difokuskan pada pengangkatan sampah dan sedimentasi pasir yang selama ini menghambat aliran air di Kali Pesanggrahan.
“Kami turunkan dua alat berat sekaligus untuk mengangkat sampah dan sedimen pasir yang sudah terlalu banyak, agar kali berfungsi secara optimal dan Jembatan Jago tidak lagi terendam banjir,” ujarnya.
Selain mengerahkan alat berat, DPUPR Kota Depok juga menurunkan empat operator untuk mendukung pekerjaan di lapangan.
“Satgas tetap berada di lokasi selama ada alat berat, jumlahnya empat operator. Tidak ada target penyelesaian. Yang jelas sampai kali dapat menampung secara ideal,” kata Yodi.



















































