jpnn.com, BANDUNG - Dua anak harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) bernama Huru dan Hara, mati setelah terinfeksi virus Felin Panleukopenia atan Panleu.
Kabar duka ini terjadi saat kebun binatang statusnya sedang ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dikarenakan konflik internal manajemen.
Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Eri Mildranaya mengatakan, kedua anak harimau tersebut pada dasarnya terjangkit virus yang sama dan telah mendapatkan penanganan dari berbagai pihak.
Hara mati lebih dulu pada 24 Maret, kemudian disusul Huru pada hari yang berbeda.
"Secara umum, kedua anak harimau Benggala ini terjangkit virus Flv. Meskipun sudah diupayakan penanganan oleh berbagai pihak. Namun tidak dapat diselamatkan," kata Eri saat ditemui di Kebun Binatang Bandung, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, penanganan melibatkan banyak pihak, mulai dari Rumah Sakit Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), hingga tim internal kebun binatang. Seluruh pihak, kata dia, telah menunjukkan upaya maksimal dalam perawatan dan pemantauan satwa.
"Kami sangat berduka, karena kedua anak harimau tersebut bukan hanya sekadar satwa, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung,” ucapnya.
Eri menuturkan, kematian Huru terjadi pada Kamis pagi, saat pergantian piket petugas. Sebelumnya, tim medis sempat optimistis karena salah satu anakan menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun, kondisi satwa kembali menurun hingga akhirnya tidak tertolong.




















































