Dua Anak Harimau Benggala Mati di Bandung Zoo, Dedi Mulyadi Akhirnya Turun Tangan

2 hours ago 7

Dua Anak Harimau Benggala Mati di Bandung Zoo, Dedi Mulyadi Akhirnya Turun Tangan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Penampakan dua ekor anak Harimau Benggala, Huru dan Hara, saat diperkenalkan kepada pengunjung di Kebun Binatang Bandung, tahun 2025 lalu. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, merespos kematian dua ekor anak Harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). 

Anak harimau berusia delapan bulan itu mati dikarenakan terinfeksi virus ganas, Feline Panleukopenia Virus (FPV).

Kondisi ini menjadi perhatian, sebab terjadi saat status kebun binatang sedang ditutup operasionalnya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. 

Dedi mengaku, selama ini tidak mau ikut campur soal permasalahan kebun binatang. Katanya, hal itu menjadi kewenangan dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. 

"Saya selama ini tidak mengikuti secara teknis karena kewenangannya kan ada di wali kota. Selama ini saya membatasi untuk tidak terlalu masuk ke wilayah-wilayah yang itu menjadi otoritasnya," kata Dedi Mulyadi saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (30/3). 

Namun, setelah adanya kematian anak Harimau Benggala, Dedi menyebut akan turun tangan menangani teknisnya.

Teknis di sini dalam hal logistik pakan para satwa yang ada di kebun binatang. Katanya, selama operasional Bandung Zoo belum berjalan, satwa-satwa di dalamnya wajib dipelihara dengan baik. 

"Kalau seperti ini, ya sudah nanti saya juga akan turun teknis untuk menangani, karena saya tidak mau lagi ada korban berikutnya," ungkapnya. 

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, siap turun tangan secara teknis menangani kematian dua ekor anak Harimau Benggala di Kebun Binatang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |