jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah bandara di Indonesia. Kondisi tersebut turut memengaruhi konektivitas penerbangan di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan, dampak tersebut terjadi akibat adanya penyesuaian operasional penerbangan di sejumlah bandara, di antaranya Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, dan Bandara Radin Inten II Lampung.
“Dampak berantai pada konektivitas dan rotasi penerbangan turut memengaruhi sebagian operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda,” kata Tohir dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9).
Berdasarkan kondisi operasional terkini, terdapat 75 penerbangan yang dibatalkan di Bandara Juanda. Rinciannya, sebanyak 37 penerbangan keberangkatan dan 38 penerbangan kedatangan.
Penerbangan yang terdampak merupakan penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, serta Bandara Husein Sastranegara.
Tohir mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif dengan maskapai serta stakeholder terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyesuaian operasional dapat ditangani dengan baik dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal.
“Bandara Internasional Juanda terus melakukan pemantauan serta koordinasi secara intensif bersama maskapai dan stakeholder terkait untuk memastikan penyesuaian operasional dapat ditangani dengan baik,” ujarnya.



















































