jpnn.com, SERANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang memberlakukan pembelajaran secara daring sebagai kesiapsiagaan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau berstatus level tiga atau siaga.
Penerapan pembelajaran daring tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Nomor: 100.3.4/2342-Dispendbudkot/2026.
Pembelajaran daring meliputi pendidikan anak usia dini (PAUD) atau taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP).
Semua akan dialihkan sementara untuk melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR).
Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan alasan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan secara daring merupakan upaya kesiapsiagaan dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Waktu pembelajaran daring hanya dilakukan satu hari saja pada Senin, 7 September 2026 sambil menunggu perkembangan berikutnya," ucap Nuri kepada JPNN, Minggu (6/9).
Meskipun proses pembelajaran dilaksanakan dari rumah, kata Nuri, pihak sekolah harus memastikan semua berjalan dengan efektif.
"Kami meminta kepada kepala sekolah untuk memastikan efektivitas saat pembelajaran dilakukan secara daring di masing-masing satuan pendidikan," ujarnya.






















































