jateng.jpnn.com, JAWA TENGAH - Sejumlah wilayah di Jawa Tengah mulai memasuki musim kemarau. Namun, kondisi cuaca belum benar-benar stabil.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di wilayah Jateng bagian selatan hingga akhir Mei 2026.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan hujan dengan intensitas tinggi masih tercatat dalam dua hari terakhir.
Pada 21 Mei 2026, hujan lebat tercatat di Pos Klapagading dengan curah hujan mencapai 58 milimeter per hari dan Balai Desa Sumbang sebesar 56 milimeter. Sementara wilayah lain mengalami hujan ringan hingga sedang.
Kondisi serupa kembali terjadi pada 22 Mei sore hingga malam disertai kilat dan petir di sejumlah wilayah Banyumas. Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Banyumas 2 di Purwokerto dengan intensitas mencapai 45 milimeter.
Menurut BMKG, hujan tersebut dipicu faktor lokal berupa pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di sekitar wilayah Banyumas.
Selain faktor lokal, BMKG juga memantau aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial di pesisir selatan Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah yang berpotensi memperkuat pembentukan awan hujan dalam beberapa hari ke depan.
BMKG memprakirakan pada periode 24–26 Mei 2026 potensi hujan lebat berpeluang terjadi di sejumlah daerah seperti Surakarta serta wilayah Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Pati, Kudus, dan Semarang.



















































