jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Matta Cinema Production akan memproduksi film berjudul Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (RBMT).
Film ini diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama yang ditulis oleh Wisnu Suryaning Adji.
Proses syuting dilaksanakan di Yogyakarta selama dua pekan dan dijadwalkan tayang pada pertengahan tahun depan.
Sejumlah aktor dan aktris yang mengisi film ini diantaranya Ferry Salim, Melissa Karim dan Verdi Soleiman. Film ini juga menjadi debut bagi Jessy Davita dan Nicholas Anderson.
Produser sekaligus CEO Matta Cinema Production Nugroho Dewanto mengisahkan bahwa film ini bercerita tentang pergulatan keluarga Tionghoa yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.
"Di sana ada duka dan nestapa, tetapi juga suka dan bahagia. Ikhtiar ini sejalan dengan arus yang belakangan ini bergema di kalangan keturunan Tionghoa yang dengan santai menyebut dirinya Chindo alias China Indonesia. Bahwa mereka sama Indonesia-nya seperti suku-suku yang lain," katanya, Senin (24/11).
Sutradara RBMT Ismail Basbeth mengatakan melalui tokoh Encek, mereka mencoba mengajak penonton memahami realisasi kehidupan seorang Tionghoa di Indonesia.
"Kami ingin menyentuh dan mengajak penonton agar mampu memahami apa yang terjadi dalam hidup Encek, dalam sebuah cerita tentang trauma generasi yang berhasil diputus oleh seseorang yang berani mengubah nasib diri dan keluarganya," katanya.



















































