Gelar Workshop, PIK Tourism Board Bahas Cara Pariwisata Berdampak Positif & Bernilai Lebih

2 days ago 19

Gelar Workshop, PIK Tourism Board Bahas Cara Pariwisata Berdampak Positif & Bernilai Lebih

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

PIK Tourism Board menggelar Tourism Workshop Vol. 4 dengan tema Building Impact Together: From Destination to Contribution. Foto: source for JPNN

jpnn.com - JAKARTA - PIK Tourism Board sebagai badan pengelola dan promosi pariwisata kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan PIK2 menggelar Tourism Workshop Vol. 4 dengan tema “Building Impact Together: From Destination to Contribution” pada Rabu lalu (10/6/2026).

Lokakarya itu menjadi ruang diskusi untuk mendorong pariwisata yang tidak hanya menghadirkan destinasi menarik, tetapi juga memberi dampak bagi lingkungan, budaya, dan ekonomi lokal.

Dalam kegiatan itu, PIK Tourism Board sebagai entitas di bawah naungan Agung Sedayu Group (ASG) mengajak para peserta workshop membahas bagaimana destinasi wisata bukan hanya sebagai tempat berkunjung, melainkan bisa berkembang menjadi ruang kontribusi.

Menurut Head of Tourism Development ASG Fenny Maria, pertumbuhan pariwisata perlu diarahkan agar memberi manfaat yang lebih luas.

“Pariwisata hari ini tidak cukup hanya menghadirkan destinasi yang menarik. Pariwisata juga harus memberi kontribusi bagi lingkungan, budaya, komunitas, dan ekonomi lokal,” kata Fenny.

Ada tiga pilar utama yang menjadi bahasan dalam workshop tersebut, yakni lingkungan berkelanjutan, seni dan budaya, serta UMKM dan ekonomi lokal. Ketiga pilar itu dinilai penting karena pengembangan pariwisata tidak bisa hanya bertumpu pada fasilitas fisik.

Sebuah destinasi juga perlu memiliki nilai, cerita, dan keterlibatan komunitas. Dengan demikian, destinasi wisata mampu memberi pengalaman yang lebih bermakna bagi para pengunjungnya.

Fenny menyebut kolaborasi menjadi kunci dalam membangun destinasi yang berkelanjutan. Menurut dia, pengembangan kawasan wisata perlu melibatkan banyak pihak agar manfaatnya tidak berhenti pada kunjungan semata.

tiga pilar utama yang menjadi bahasan dalam workshop tersebut, yakni lingkungan berkelanjutan, seni dan budaya, serta UMKM dan ekonomi lokal.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |