jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memperketat standar keselamatan pada seluruh proyek galian jalan, khususnya pekerjaan box culvert. Peringatan itu menyusul insiden seorang pemotor lansia yang tewas terjatuh ke dalam proyek gorong-gorong di Jalan Margorejo Indah pada Jumat (12/6).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan setiap area pengerjaan wajib dilengkapi pengamanan yang jelas dan mudah terlihat oleh pengguna jalan.
“Setiap pengerukan itu harus ada penandanya. Minimal itu barrier yang rapat plus ada lampu yang berputar, sehingga dari jauh mereka kelihatan,” kata Eri, Selasa (16/6).
Dia mengatakan pengamanan tidak boleh lagi bersifat longgar karena berisiko membahayakan pengguna jalan, terutama di malam hari.
“Kalau hanya mengandalkan tiang PJU, enggak kelihatan. Komponen seperti di tengah jalan ini bisa ketabrak kalau tidak terlihat,” ujarnya.
Eri juga menekankan agar pekerjaan tidak dilakukan secara panjang tanpa pengamanan bertahap.
“Saya enggak mau lagi ada dikeruk panjang. Itu harus berapa meter, selesai, ditutup, baru gerak lagi,” tuturnya.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga mengevaluasi penempatan box culvert agar tidak mengganggu visibilitas pengendara di jalan.






.jpg)












































