jpnn.com, JAKARTA - Koordinator Gerakan Indonesia Cerah (GIC) Febry Wahyuni Sabran menilai institusi Polri terus bertransformasi untuk menjawab tantangan zaman dan ekspektasi masyarakat modern.
Dia juga menyebut Polri juga memberi dukungan dan komitmennya dalam reformasi berkelanjutan sebagai lembaga yang profesional, berintegritas, dan melayani kepentingan rakyat dengan sepenuh hati.
Dia menyampaikan keyakinan mendalam bahwa seluruh lapisan masyarakat Indonesia kini berdiri di belakang Polri dalam upaya memperkuat demokrasi hukum menjelang tahun 2026.
“Dukungan ini bukan tanpa alasan, masyarakat melihat langsung upaya-upaya nyata yang dilakukan Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi operasional, dan komitmen terhadap penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu," kata Febry dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 4 Januari 2026.
Di sisi lain, Febry menyoroti visi dan misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka yang menempatkan penegakan hukum dan demokratis sebagai salah satu pilar utama pembangunan bangsa.
Dengan adanya sistem hukum yang baik, kata dia, Indonesia bisa mencapai status negara maju yang berkeadilan sosial tinggi.
Oleh karena itu, reformasi Polri dinilai bukan hanya menjadi tanggung jawab internal institusi, melainkan juga kepentingan nasional yang harus didukung oleh seluruh komponen bangsa.
Kemudian, Febry juga yakin bahwa Polri akan mengalami transformasi budaya pada tahun 2026 ini.






















































