Gubernur Jambi Sebut 80 Persen Karhutla Diduga Disengaja

3 hours ago 31

Gubernur Jambi Sebut 80 Persen Karhutla Diduga Disengaja

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pascakebakaran di salah satu kawasan perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH) di Jambi. ANTARA/Agus Suprayitno.

jpnn.com - Gubernur Jambi Al Haris menyatakan polisi sudah menangani 75 perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebagian besar diduga disebabkan faktor kesengajaan.

"Berdasarkan laporan Gakkum, sebanyak 80 persen lahan yang terbakar itu sengaja dibakar oleh oknum, sedangkan 20 persen sisanya akibat faktor pemicu lain seperti cuaca panas ekstrem," kata Al Haris di Jambi, Senin (14/9/2026).

Haris memerinci, dari 75 kasus terkait karhutla, 50 kasus masuk tahap penyelidikan, 15 kasus naik ke tahap penyidikan, serta menetapkan 18 orang sebagai tersangka.

Berdasarkan data resmi dari satuan tugas (satgas) karhutla, terhitung 1 Januari hingga 13 September luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi telah mencapai 2.975,97 hektare.

Gubernur Haris mengatakan berdasarkan pemantauan terkini, terdeteksi sebanyak 134 titik panas (hotspot) dengan empat titik api (fire spot) utama yang menjadi fokus pemadaman tim satgas

Lokasi titik api tersebut berada di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, Desa Mingkung Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang, serta kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) di sisi Desa Tanah Pilih, Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin (Sumsel).

Saat ini satgas terus mengupayakan pemadaman darat dan udara, termasuk mengerahkan empat unit helikopter water bombing untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau dari darat.

Di samping pemadaman lapangan, satgas terus melakukan upaya operasi modifikasi cuaca (OMC). Selama pelaksanaan OMC, satgas udara telah melaksanakan penaburan sebanyak 41 sortie guna memancing hujan buatan.

Gubernur Jambi Al Haris menyatakan polisi sudah menangani 75 perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebagian besar diduga disebabkan faktor sengaja.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |