jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang kembali mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada Jumat pagi. Tinggi kolom letusan mencapai 1 kilometer dari puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis menyebutkan, erupsi pertama terjadi pada pukul 04.44 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 154 detik,” kata Sigit.
Erupsi kedua terjadi pada pukul 05.16 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 mdpl. Kolom abu terpantau mengarah ke timur dengan intensitas tebal.
Erupsi kembali terjadi pada pukul 05.52 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl.
“Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 108 detik,” ujarnya.
Sigit menjelaskan, saat ini Gunung Semeru masih berada pada status Level III (Siaga). Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kewaspadaan bagi masyarakat.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.







.jpeg)








































