jpnn.com - JAKARTA - Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menggelar unjuk rasa di depan gedung MPR/DPR/DPD RI di Senayan, Jakarta, Rabu (11/2).
Sebanyak 1.060 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga unjuk rasa para guru madrasah tersebut.
“Kami hadir untuk menjaga saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung di Jakarta, Rabu (11/2).
Sebelum itu, dia menambahkan, pihaknya memberikan gambaran nyata (tactical wall game/TWG) mengenai kondisi lapangan yang mungkin dihadapi oleh personel selama tugas.
Kemudian, digelar apel kesiapan sebagai langkah antisipasi serta pemetaan potensi dinamika massa di lapangan.
"Seluruh personel harus utamakan pendekatan persuasif, dialogis dan humanis," ungkapnya.
Perwira menengah Polri itu mengatakan bahwa para personel itu merupakan gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran polsek, untuk mengamankan agar penyampaian pendapat di muka umum itu berjalan aman, tertib dan kondusif.
Menurut Reynold, para personel tidak dibekali senjata api sehingga diharapkan selalu mengedepankan pendekatan humanis serta profesional.






















































