jatim.jpnn.com, KEDIRI - Guru SMK berinisial D (28) di Kecamatan Pare, Kediri nekat menyamar sebagai wanita untuk melancarkan aksi bejatnya mencabuli murid laki-laki.
Kanit PPA Ipda Eko Idya Sunarwan menjelaskan kejadian itu bermula saat pelaku membuat akun Telegram palsu dengan nama Lia untuk mendakati korban pada Februari 2026.
Upaya pendekatan itu ternyata disambut baik oleh korban. Karena mengira sedang berkomunikasi dengan seorang wanita lalu menjalin hubungan secara daring dengan pelaku.
"Jadi, ketika korban tahu bahwa itu cewek, ya kan? Ya kan dia normal korbannya. Ya, dia enggak tahu bahwa itu laki-laki. Dari situ dia menjalin hubungan, pacaran. Ketika pacaran, (guru) yang mengaku cewek ini, meminta video," jelasnya, Jumat (19/6).
Seiring berjalannya waktu, pelaku meminta video keseharian korban. Namun, tiba-tiba juga meminta korban melakukan mastrubasi.
Video itu yang kemudian dijadikan ancaman untuk membuat korban terus menuruti berbagai permintaan pelaku. Tekanan psikologis yang dialami korban berlangsung mulai Februari hingga Mei 2026.
"Dia mintanya bukan uang, tetapi mintanya adalah si korban membuat video kembali. Yang pertama buat video dia lagi bersih-bersih. Wah, bagus toh. Video dia bersih-bersih kamar, bersih-bersih kamar mandi, tetapi ada lagi video yang terakhir nih, video dia melakukan mastrubasi. Dari situ, ya kan? Dibuat video, dikirim. Ternyata tidak puas. Minta video lagi," tambahnya.
Tak cukup beroperasi melalui media sosial, pelaku juga dengan berani mendekati korban secara langsung. Pencabulan pun dilakukan pada momen tersebut dengan ancaman yang sama.



















































