jpnn.com - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menghadiri Haul Akbar ke-5 Muassis dan Masyayikh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Husaeni di Lebakbiru, Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin (16/6).
Dalam kesempatan itu, Cucun menegaskan pentingnya transformasi pesantren agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan tradisi dan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasinya.
Menurut dia, peringatan haul bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi momentum untuk merefleksikan sekaligus melanjutkan semangat perjuangan para pendiri pesantren.
"Para masyayikh kita menjalani itu dengan ikhlas. Mereka menanam pohon yang buahnya dinikmati orang lain. Dan hari ini kita semua adalah buah dari pohon yang mereka tanam," kata Cucun.
Wakil Ketua Umum PKB itu menyebut negara telah menunjukkan keberpihakan terhadap dunia pesantren melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
Dia mengatakan regulasi tersebut menjadi pengakuan bahwa pesantren memiliki posisi sejajar dalam sistem pendidikan nasional.
Meski demikian, Cucun mengingatkan bahwa kehadiran UU Pesantren hanyalah pintu masuk untuk memperkuat peran dan kontribusi pesantren di masa depan.
Menghadapi perkembangan zaman, perubahan dunia kerja, dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks, dia mendorong pesantren untuk melengkapi pendidikan berbasis kitab kuning dengan berbagai keterampilan modern.






















































