jateng.jpnn.com, SEMARANG - Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra meluruskan anggapan bahwa regulasi pemain muda di Super League 2026/27 dihapus sepenuhnya.
Menurut dia, yang dihilangkan hanya kewajiban memainkan pemain U-23 sebagai starter selama minimal 45 menit.
Asep menegaskan komitmen pengembangan talenta muda tetap menjadi bagian penting dalam regulasi kompetisi musim depan.
"Tahun sebelumnya, dua tahun terakhir kita ada regulasi mewajibkan U-23 bermain 45 menit. Tetapi kita konversikan, sebetulnya tidak serta-merta dihapuskan," kata Asep, Jumat (19/6).
Menurut dia, setiap klub tetap diwajibkan mendaftarkan sedikitnya lima pemain muda dalam skuad mereka.
I.League juga menyiapkan skema baru untuk mendorong klub memberikan kesempatan bermain lebih banyak kepada pemain muda. Caranya dengan memberikan insentif finansial kepada klub yang mampu memenuhi target menit bermain tertentu.
"Kita sudah ada formulanya. Setelah melewati minimal memainkan katakanlah 3.000 menit, maka akan ada insentif dalam bentuk kontribusi finansial kepada klub-klub yang memang memberikan kepercayaan kepada para pemain muda tersebut," ujarnya.
Asep berharap mekanisme tersebut membuat klub lebih terdorong memberi ruang kepada pemain muda berdasarkan kualitas dan kebutuhan tim, bukan sekadar memenuhi regulasi.











.jpeg)





































