jpnn.com, JAKARTA - Ketua IM57+ Institute sekaligus anggota Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) Lakso Anindito menyebut penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus diduga terorganisasi, karena melibatkan belasan orang dan memakai alat negara.
Lakso mengatakan setidaknya 16 orang terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Andrie pada Kamis (12/3) kemarin.
Dia berkata demikian saat hadir dalam rapat dengan Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3).
"Ada 16 pelaku lapangan yang sudah teridentifikasi," kata Lakso, Selasa.
Dia melanjutkan alat intelijen negara kemungkinan besar dilibatkan dalam penyiraman air keras.
"Artinya, di sini ada suatu kombinasi antara pelaku lapangan dengan alat yang digunakan," kata Lakso.
Dia menuturkan dugaan itu bisa terbaca dari pola yang dibaca dan langkah TAUD melakukan pengawasan lapangan.
Dari situ, kata Lakso, aksi penyiraman air keras terhadap Andrie menjadi operasi intelijen yang harus diungkap secara transparan.




















































