bali.jpnn.com, DENPASAR - Jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali terus berkomitmen meningkatkan layanan informasi keimigrasian melalui aksi "jemput bola".
Senin hari ini (8/6), armada Mobil Layanan Informasi Keimigrasian bergerak menyambangi salah satu pusat pergerakan wisatawan tersibuk di Denpasar, yaitu Dermaga Matahari Terbit, Sanur.
Kegiatan lanjutan ini sengaja menyasar kawasan pelabuhan Sanur yang merupakan pintu pelintasan utama turis domestik maupun mancanegara menuju Nusa Penida dan Lembongan, Klungkung.
Melalui kehadiran bus layanan ini, petugas Imigrasi berinteraksi langsung dengan Warga Negara Asing (WNA), masyarakat umum (WNI), pelaku usaha pariwisata, hingga penyedia jasa penyeberangan.
Langkah interaktif ini diambil untuk memangkas jarak antara penegak hukum dan masyarakat, sekaligus mengikis potensi misinformasi terkait regulasi keimigrasian di Bali yang sempat viral belakangan ini.
"Kami ingin memastikan para wisatawan asing dan masyarakat lokal mendapatkan informasi yang akurat langsung dari sumbernya.
Dermaga Sanur adalah lokasi yang sangat strategis karena menjadi titik temu berbagai komunitas internasional setiap harinya," ujar Kabag Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjen Imigrasi Bali Moch. Andri Budiman.
Dalam kegiatan ini, petugas memberikan layanan non-fasilitatif berupa konsultasi gratis mengenai edukasi mengenai batasan aktivitas pemegang Visa Kunjungan.


















































