Impor vs Pikap Produksi Lokal: Menperin Agus Ungkap Dampak Ekonominya

4 hours ago 18

 Menperin Agus Ungkap Dampak Ekonominya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi pikap produksi lokal. Foto: Ridha/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah makin serius mendorong penguatan industri otomotif nasional, khususnya di segmen kendaraan niaga pikap.

Fokus tersebut bukan tanpa alasan. Selain kebutuhan pasar yang besar, produksi dalam negeri dinilai mampu memberikan dampak ekonomi berlipat bagi Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan apabila pengadaan kendaraan pikap 4x2 sebanyak 70.000 unit dipenuhi oleh produk lokal, potensi dampak ekonomi yang tercipta bisa mencapai sekitar Rp 27 triliun.

Nilai tersebut berasal dari efek berantai industri pendukung atau backward linkage yang melibatkan banyak sektor.

"Industri pick-up nasional tidak berdiri sendiri. Produksi kendaraan niaga juga menggerakkan industri ban, kaca, aki, logam, plastik, kabel, elektronik, hingga kulit," kata Agus dalam keterangannya, Jumat (20/2).

Artinya, makin tinggi tingkat produksi lokal, makin besar pula nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang dinikmati di dalam negeri.

Saat ini, kemampuan produksi kendaraan pick-up nasional disebut mencapai sekitar 1 juta unit per tahun.

Sejumlah produsen besar seperti PT. Astra Daihatsu Motor, PT. Isuzu Astra Motor Indonesia, PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT. Suzuki Indomobil Motor, PT. SGMW Motor Indonesia, hingga PT. Sokonindo Automobile telah memproduksi kendaraan niaga tersebut di tanah air.

Pemerintah makin serius mendorong penguatan industri otomotif nasional, khususnya di segmen kendaraan niaga pikap

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |