jpnn.com, JAKARTA - Ramadan merupakan bulan suci, mulia, penuh berkah, dan kebaikan.
Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk menghapus kesalahan dan dosa dengan berbagai cara, seperti istighfar, berbuat baik, dan sebagainya.
Allah memahami kelemahan manusia dalam menghindari kesalahan dan dosa, sehingga Dia telah mempersiapkan ampunan yang begitu besar.
Hal ini ditegaskan dalam Surah Ali ‘Imran ayat 133:
Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
"Syekh asy-Sya’rawi menjelaskan dalam kitab Tafsirnya, atau sering disebut dengan Khawathirusy Sya’rawi, Juz 3, halaman 1752, bahwa menggapai ampunan Allah tidak bisa ditunda-tunda, karena manusia tidak dapat mengetahui apakah ia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan ampunan Allah di hari esok atau tidak. Manusia tidak tahu kapan ia akan meninggalkan dunia, sehingga harus mempersiapkan kehidupan setelah kematian agar mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan di fase kehidupan berikutnya,".
Salah satu kebaikan yang Allah berikan di bulan Ramadan adalah ampunan-Nya. Oleh karena itu, bulan ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menggapai ampunan Allah.
Nabi bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dalam kitab Shahihul Bukhari, Juz 1, halaman 16:



















































