jpnn.com, JAKARTA - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) membagikan pengalaman dalam mengintegrasikan kajian ilmiah ke dalam strategi keuangan perusahaan pada Konferensi Social Life Cycle Assessment (S-LCA) yang berlangsung di Bogor.
Dalam sesi panel bertajuk “Science-Based Sustainable Finance”, JAPFA memaparkan penerapan Life Cycle Assessment (LCA) sebagai landasan dalam menyusun target keberlanjutan sekaligus mengakses berbagai instrumen pembiayaan berkelanjutan global.
"Langkah ini menjadikan JAPFA sebagai perusahaan perunggasan terintegrasi pertama di Indonesia yang secara formal menghubungkan hasil kajian ilmiah dengan strategi pembiayaan berkelanjutan," kata Director and Chief Financial Officer Japfa Ltd, Kevin Monteiro, Jumat (19/6).
Pembahasan tersebut menjadi relevan di tengah meningkatnya perhatian investor, pemegang obligasi, dan lembaga keuangan terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam pengambilan keputusan investasi. Di sisi lain, institusi keuangan juga dituntut memastikan bahwa proyek atau program yang mereka biayai benar-benar memiliki dampak yang terukur dan kredibel.
Dalam konteks tersebut, metodologi berbasis sains seperti LCA dinilai mampu menyediakan data yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mengidentifikasi titik-titik dampak lingkungan yang paling material dalam rantai produksi.
"Hasil kajian tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan Sustainability Performance Targets yang terintegrasi dalam berbagai instrumen pembiayaan berkelanjutan JAPFA," ujarnya.
Kevin mengatakan bahwa kredibilitas perusahaan di mata investor ESG harus dibangun melalui integrasi keberlanjutan ke dalam inti bisnis perusahaan. Membangun kredibilitas di mata investor ESG harus dimulai dengan menjadikan keberlanjutan sebagai bagian inti dari bisnis, bukan sekadar inisiatif terpisah.
"Perusahaan perlu fokus pada aspek yang benar-benar material di sepanjang rantai nilai untuk mengidentifikasi area yang memiliki potensi perbaikan paling signifikan. Salah satu cara paling kredibel untuk melakukannya adalah melalui pendekatan LCA berbasis sains,” ujarnya.






















































