jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kapasitas personel relawan kebencanaan di wilayahnya, supaya mampu merespons cepat saat ada kejadian bencana.
Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, peningkatan kompetensi relawan penting agar mereka mampu mengambil langkah cepat dan tepat ketika terjadi bencana.
"Kami mengapresiasi dan sangat support kegiatan peningkatan kapasitas teman-teman relawan. Ini menjadi bagian tanggung jawab pemerintah daerah agar kalau ada kebencanaan, penanganannya bisa lebih cepat," ujar Sumarno saat mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam kegiatan Apel Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personil Relawan Kebencanaan di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat, 4 Agustus 2026.
Menurut Sumarno, kecepatan penanganan bencana memerlukan kompetensi yang teruji dari para relawan di lapangan. Kecepatan tindakan dinilai berbanding lurus dengan meminimalkan dampak kerugian materiil maupun korban jiwa.
Menghadapi potensi bencana di musim kemarau saat ini, Pemprov Jateng menyoroti ancaman kebakaran lahan dan tempat pembuangan sampah. Sumarno mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan melakukan pembakaran di luar rumah.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan pelatihan kali ini diikuti oleh sekitar 150 peserta terpilih dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Materi pelatihan melibatkan instruktur dari Basarnas dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas pencarian dan pertolongan, seperti Urban Search and Rescue (Urban SAR).
Menanggapi pemetaan risiko kebakaran, Bergas menyebutkan, sebagian besar kejadian didominasi oleh kebakaran lahan pertanian atau perkebunan yang dipicu kelalaian manusia (human error).






















































