jpnn.com - Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menyoroti kehadiran Anggota DPD RI Arya Wedakarna dalam kegiatan yang diundang Komite MS Organization di Thailand.
Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Anderyan Noor mengatakan perjalanan tersebut perlu dilihat dari perspektif etika dan kepatutan seorang pejabat publik.
Menurut dia, status sebagai anggota DPD RI membuat Arya Wedakarna memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan masyarakat umum.
"Kami tidak sedang mempersoalkan hak pribadi seorang warga negara untuk bepergian ke luar negeri maupun menghadiri suatu undangan," kata Anderyan dalam keterangannya, Jumat (4/9).
Namun, dia menilai pejabat publik perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum menghadiri kegiatan yang digelar pihak eksternal, khususnya di luar negeri.
Hal itu mencakup profil penyelenggara, agenda acara, pihak yang terlibat, hingga potensi dampak terhadap reputasi pejabat dan lembaga negara.
Sorotan tersebut semakin mengemuka karena rangkaian kegiatan yang dihadiri Arya disebut bersinggungan dengan isu transgender/LGBT.
Anderyan menilai isu tersebut memiliki sensitivitas tersendiri di tengah masyarakat Indonesia.






















































