jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Pendidikan Jawa Timur mengapresiasi pameran seni yang digelar SMKN 12 Surabaya pada 22–24 April 2026. Kegiatan tersebut dinilai bukan sekadar ajang pamer karya, melainkan bagian dari evaluasi akhir siswa kelas XII yang diwujudkan dalam produk nyata.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan karya yang ditampilkan mencerminkan proses pembelajaran yang matang sesuai bidang keahlian masing-masing, mulai dari seni rupa, animasi, kriya, hingga seni lukis.
“Ini bukan sekadar pameran, tapi bagian dari ujian praktik. Karya siswa sudah berkualitas tinggi, bahkan mendekati standar industri,” ujar Aries, Sabtu (25/4).
Beragam produk dipamerkan, mulai dari kerajinan logam seperti besi dan tembaga, kriya kayu, hingga lukisan. Menurut Aries, hal itu menunjukkan siswa telah memiliki bekal keterampilan untuk terjun ke dunia kerja.
Tak hanya kualitas, minat pasar terhadap karya siswa juga tergolong tinggi. Sekitar 80 persen produk yang dipamerkan dilaporkan laku terjual.
“Ini menunjukkan potensi besar. Siswa belum masuk industri, tapi produknya sudah diminati pasar,” jelasnya.
Dindik Jatim menilai capaian tersebut perlu didukung dengan peningkatan kompetensi serta penguatan sarana dan prasarana. Langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan daya saing lulusan, khususnya di sektor industri kreatif.
Aries juga mendorong sekolah melakukan identifikasi kebutuhan sebagai dasar kolaborasi dengan berbagai pihak.

















































