jateng.jpnn.com, SEMARANG - Kematian Dwinanda Linchia Levi (35), dosen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, menyisakan tanda tanya.
Korban ditemukan meninggal tanpa busana di kamar sebuah hotel di kawasan Telaga Bodas Raya, Gajahmungkur, Semarang, Senin (17/11) pagi, dan kasus ini langsung mengundang pertanyaan besar dari keluarga.
Kakak korban, Perdana Cahya atau Fian, mengaku komunikasi terakhir dengan adiknya berlangsung pada Jumat (14/11).
Namun, kabar duka baru diterima keluarga dari pihak kampus empat hari kemudian, pada Selasa (18/11).
“Kami ingin peristiwa ini terungkap secara transparan dan jelas,” ujarnya di kompleks Gubernur Jawa Tengah, Kamis (20/11).
Fian menyebut adiknya adalah sosok yang tertutup soal kehidupan pribadi. Dia bahkan tidak mengetahui apakah Dwinanda memiliki penyakit tertentu atau benar menjalin hubungan dengan AKBP Basuki, sosok yang kini disebut sebagai saksi kunci.
“Tidak begitu paham, karena tak pernah cerita, termasuk soal AKBP B,” kata Fian.
Kecurigaan keluarga kian menguat setelah AKBP Basuki sempat mengirim foto kondisi korban kepada kerabat di Purwokerto.



















































