Ketika Wakil Rakyat Dihadapkan pada Permintaan 'Jalur Belakang' SPMB

4 hours ago 11

Selasa, 23 Juni 2026 – 20:40 WIB

Ketika Wakil Rakyat Dihadapkan pada Permintaan 'Jalur Belakang' SPMB - JPNN.com Jateng

Ilustrasi murid sekolah menengah pertama. FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sebagai wakil rakyat, Rahmulyo Adi Wibowo terbiasa menerima berbagai aduan dan permintaan bantuan dari masyarakat.

Mulai dari persoalan infrastruktur, layanan publik, hingga kebutuhan sosial, sebisa mungkin dia berupaya mencarikan jalan keluar.

Namun, ada satu permintaan yang membuat Anggota DPRD Kota Semarang itu harus menggelengkan kepala meski datang dari warga yang berharap besar kepadanya.

Permintaan itu muncul di tengah pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Seorang warga menghubunginya dengan harapan anaknya dapat diterima di sekolah negeri melalui rekomendasi dari anggota dewan. Bagi sebagian orang tua, surat rekomendasi dari wakil rakyat mungkin dianggap sebagai "jalan pintas" untuk membuka peluang masuk ke sekolah tujuan.

Akan tetapi, bagi pria yang akrab disapa Bowo itu, permintaan tersebut justru menjadi sesuatu yang tidak dapat dia penuhi karena berada di luar kewenangannya, terlebih untuk menjaga integritas sebagai seorang legislator.

"Banyak sekali warga yang berharap penuh kepada kami anggota dewan ini untuk membantu anak-anaknya diterima di sekolah-sekolah negeri," kata pria yang akrab disapa Bowo itu kepada JPNN.com, Selasa (23/6).

Bowo menceritakan, dirinya sempat menerima telepon dari seorang warga yang meminta bantuan agar calon siswa dapat diterima "jalur belakang" dalam SPMB 2026. Warga tersebut berharap memperoleh rekomendasi agar anaknya bisa diterima di SMP Negeri 9 Semarang.

Permintaan “Jalur Belakang” SPMB di Kota Semarang dialami oleh wakil rakyat. Begini ceritanya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |