jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah keputusan perwasitan dalam babak semifinal Indonesian Basketball League (IBL) 2026 kembali menjadi sorotan publik.
Meski kompetisi menghadirkan persaingan ketat dan kualitas permainan yang tinggi, beberapa keputusan wasit dinilai memunculkan perdebatan.
Basketball enthusiast Ilham Patria menilai sejumlah insiden yang terjadi sepanjang semifinal menunjukkan pentingnya evaluasi terhadap konsistensi penerapan aturan di level tertinggi kompetisi bola basket Indonesia.
Menurut Ilham, langkah IBL menghadirkan wasit asing patut diapresiasi karena bertujuan meningkatkan kualitas, konsistensi, dan akurasi pengambilan keputusan di lapangan.
Namun, dia menilai masih terdapat sejumlah momen krusial yang menimbulkan pertanyaan dari pemain, pelatih, maupun pencinta basket terkait standar perwasitan yang diterapkan.
Beberapa insiden yang menjadi sorotan antara lain kontak pada penguasaan bola terakhir laga Pelita Jaya Jakarta melawan Dewa United Banten, pemberian technical foul kepada Pelatih Dewa United Agustin Julbe Bosch, hingga keputusan technical foul terhadap Pelatih Bogor Hornbills Cesar Camara Perez.
Selain itu, Ilham juga menyoroti perdebatan terkait penerapan aturan landing space dalam pertandingan antara Satria Muda Bandung dan Bogor Hornbills yang melibatkan Daniel Wenas dan Shandy Ibrahim.
Menurut dia, berbagai kejadian tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan tim yang diuntungkan atau dirugikan, melainkan menyangkut konsistensi penerapan aturan dan kualitas pengambilan keputusan wasit.






















































