La Hua

15 hours ago 21

Oleh: Dahlan Iskan

La Hua

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Ada semacam ayat baru menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dibuka Presiden Prabowo kemarin.

Bunyi "ayat" itu: "la miftaha wa la yahya".

La HuaPresiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026--YouTube Sekretariat Presiden

Bagi orang NU maknanya jelas: ada pihak yang tidak ingin Miftah dan Yahya terpilih lagi. "La" dalam bahasa Arab berarti "tidak". "Wa" artinya "dan". Tidak Kiai Miftah (Akhyar) dan tidak Kiai Yahya (Staquf).

Dua tokoh itu memang berkonflik sangat tajam dua tahun terakhir, sampai ada ketua umum tandingan. Semua konflik itu akan diselesaikan lewat muktamar di Pondok Pesantren "Bintang Sembilan" Tambak Beras, Jombang.

Akan tetapi Gus Yahya masih ingin jadi ketua umum lagi. Pendukungnya masih kuat.

Kiai Miftah juga masih dijagokan untuk kembali menjadi rais am, pemimpin tertinggi dalam struktur NU.

Tokoh seperti Gus Ipul –Saifullah Yusuf- sekjen PBNU yang juga menteri sosial kabinet Prabowo– terlihat ingin memasangkan Kiai Miftah dengan Gus Kikin: sebagai Rais Am dan Ketua Umum.

Ada semacam ayat baru menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dibuka Presiden Prabowo Subianto kemarin.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |