jpnn.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berkomitmen terus memperkuat transformasi digital melalui implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menciptakan nilai bisnis baru.
Salah satunya peningkatan efektivitas operasional perusahaan.
Tak sebatas pemanfaatan teknologi, digitalisasi melalui AI diarahkan untuk mampu memberikan dampak nyata terhadap performa bisnis dan operasi perusahaan kedepan.
Hal tersebut disampaikan Senior Vice President (SVP) Pertamina Digital Hub, Ignatius Sigit Pratopo saat menjadi pembicara dalam acara Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Jumat (22/5).
Sigit Pratopo mengatakan, Pertamina juga meyesuaikan arah transformasi digital perusahaan, dengan menempatkan value creation sebagai fokus utama dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).
Langkah tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam membangun implementasi AI yang lebih terukur, dan berdampak langsung terhadap bisnis.
“Dalam rencana tersebut, kami menetapkan target ambisius, yaitu memberikan dampak EBITDA sebesar US$300 juta pada tahun 2027. Itulah yang menjadi visi kami,” bebernya.
Untuk mendukung target tersebut, lanjutnya, Pertamina mengembangkan program Digital Factory sebagai pendekatan transformasi digital end-to-end di seluruh lini bisnis perusahaan.






















































