Mafia Migas Mendominasi, Pakar Nilai Pertamina Harus di Bawah Presiden Langsung

4 days ago 22

Mafia Migas Mendominasi, Pakar Nilai Pertamina Harus di Bawah Presiden Langsung

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

PT Pertamina (Persero) melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pasokan minyak dan gas guna memastikan tercapainya target ketahanan dan swasembada energi. Foto: Dokumentasi Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Jehansyah Siregar menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) migas seperti Pertamina harus ditempatkan langsung di bawah kendali presiden.

Langkah ini diperlukan untuk mengakhiri dominasi mafia migas yang selama ini mengacaukan tata kelola energi nasional.

Menurutnya, selama proses pembuatan kebijakan dipengaruhi kelompok-kelompok berkepentingan, maka mafia migas akan tetap eksis.

“Semua yang direncanakan, ditargetkan, apa tahap-tahap yang dilaksanakan harus terjadi di ruang kerja Presiden,” ujar Jehansyah.

Jehansyah menekankan bahwa selain Pertamina sebagai operator, Kementerian ESDM dan SKK Migas sebagai regulator harus hadir dan bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden dalam setiap proses penyusunan kebijakan.

Keduanya tidak boleh hanya menjadi pelengkap, tetapi wajib menjelaskan setiap program, data, rancangan kebijakan, hingga proyeksi risiko secara transparan.

Dorong Forum “Energy Dialogue and Debate” di Hadapan Presiden

Jehansyah juga mendorong Kementerian ESDM dan SKK Migas membentuk forum “energy dialogue and debate” yang rutin digelar, baik di hadapan Presiden maupun di ruang publik.

BUMN migas seperti Pertamina harus ditempatkan langsung di bawah kendali presiden

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |