jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pelaksanaan mudik Lebaran 2026 mencapai 85,3 persen. Angka ini mencerminkan apresiasi tinggi dari para pemudik terhadap kinerja pemerintah dan kepolisian dalam mengelola arus mudik dan arus balik tahun ini.
Pengamat transportasi Darmaningtyas menjelaskan bahwa keberhasilan mudik tahun ini dapat diukur dari dua indikator utama, yakni kelancaran dan keselamatan perjalanan.
"Dalam mudik ada dua indikator, satu soal kelancaran, kedua dari aspek keselamatan. Dengan adanya One Way bagi pemudik maupun saat arus balik tentu itu membuat perjalanan lancar. Aspek keselamatan salah satu yang selalu kita harapkan kalau saat mudik adalah menurunnya angka laka lantas baik luka ringan berat maupun meninggal," ujar dia dalam siaran persnya, Rabu (8/4).
Kedua indikator tersebut dinilai berhasil dicapai pada penyelenggaraan mudik tahun ini, sehingga wajar jika masyarakat memberikan penilaian tinggi.
"Dua indikator itu sebenarnya tercapai pada tahun ini, wajar apabila masyarakat pemudik mengapresiasi dengan memberikan penilaian yang cukup tinggi terhadap kinerja lalu lintas dalam penyelenggaraan angkutan mudik 2026 baik saat arus mudik maupun arus balik," tambah Darmaningtyas.
Menurutnya, tingginya apresiasi masyarakat tidak terlepas dari koordinasi dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk dalam penyampaian informasi dan pemanfaatan teknologi.
Apresiasi yang tinggi dari masyarakat tidak lepas dari adanya koordinasi dan kolaborasi antarberbagai pihak dalam penyelenggaraan mudik lebaran, termasuk juga di dalam mengomunikasikan regulasi-regulasi terkait dengan mudik, dan juga tentu ditopang oleh teknologi yang baik terutama dari command center Jasa Marga bisa melihat kepadatan lalu lintas, sehingga kepolisian bisa menentukan kebijakan rekayasa apakah contraflow atau one way.
Dia menegaskan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan mudik tahun ini.




















































