Melihat Tradisi Nyadran Sendang Gede Pucung, Ritual Syukur Menyambut Ramadan

3 weeks ago 35

Jumat, 30 Januari 2026 – 14:43 WIB

Melihat Tradisi Nyadran Sendang Gede Pucung, Ritual Syukur Menyambut Ramadan - JPNN.com Jateng

Warga bergotong royong memasak ayam kampung dalam tradisi nyadran di Sendang Gede Pucung, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah. FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sebanyak 150 ekor ayam kampung disembelih untuk santapan bersama warga dalam tradisi sadranan ruwahan di Sendang Gede Pucung, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/1).

Uniknya, seluruh ayam dimasak dengan metode tradisional yang dikenal sebagai panggang emas. Ayam dibakar langsung di atas bara api hingga bulunya hangus, tanpa melalui proses penyiraman air panas seperti pada umumnya.

Setelah dibakar, ayam kemudian dipotong-potong dan dimasak sesuai selera warga.

Di saat bersamaan, warga lainnya bergotong royong menguras sendang dan menangkap ikan lele yang sebelumnya sengaja ditebar di sumber air tersebut.

Seusai proses memasak dan pembersihan sendang, seperangkat sesaji di bawah pohon munggur.

Sesaji tersebut terdiri atas cengkaruk, aneka jajanan pasar seperti wajik, kupat, lepet, jadah, kinang, nasi tumpeng panggang emas, kepala ayam beserta bagian lain seperti ceker, sayap, brutu, dan jeroan, termasuk hati, ampela, serta usus. Selain itu, disertakan pula kembang setaman dan pisang raja ayu.

Selanjutnya masuk pada prosesi inti. Warga duduk bersila melingkar berdoa dan mengungkapkan rasa syukur sekaligus menyambut datangnya bulan Ramadan.

Selepas berdoa, warga langsung menyantap makanan yang dibawa dari rumah untuk disantap bersama.

Ritual syukur menyambut Ramadan di Kota Semarang dengan tradisi nyadran yang digelar di Sendang Gede Pucung.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |