jpnn.com - JOMBANG - Nasaruddin Umar menjadi salah satu tokoh yang mendapat banyak sorotan menjelang pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU pada Muktamar ke-35 NU.
Profesor tafsir Al-Qur'an kelahiran Bone, 23 Juni 1959 itu konon menjadi kandidat kuat Ketum PBNU.
Pria yang kini menjabat Menteri Agama itu punya peluang maju. Hal itu pun dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Gus Ipul menyebut Nasaruddin merupakan salah satu tokoh yang berpeluang maju sebagai calon ketum.
"Ada Kiai Zulfa Mustofa, ada Gus Yusuf Chudlori, ada Gus Salam Shohib, ada juga Gus Kikin Ketua PWNU Jawa Timur, dan ada juga Prof Nasaruddin Umar,” ujar Gus Ipul.
Namun, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut pemimpin organisasi masyarakat Islam di Indonesia tersebut tidak diperbolehkan merangkap jabatan.
Aturan itu merupakan hasil kesepakatan Muktamar Lampung dan mengikat seluruh kepengurusan. Ketentuan itu berlaku pada Muktamar ke-35 dan hanya bisa diubah oleh muktamirin.
Isu yang menyebut Nasaruddin rela mundur dari jabatannya sebagai Menteri Agama pun muncul beberapa hari sebelum muktamar.






















































