jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Rektor Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI), Prof. Nyoman Pujawan menyoroti perkembangan sektor supply chain di Asia Tenggara.
Hal itu disampaikan Nyoman saat menjadi pembicara dalam konferensi internasional INTERSECT yang diselenggarakan di Stanford University, California, Amerika Serikat.
Menurut Nyoman, negara Asia Tenggara memiliki peranan dalam integrasi sistem logistik regional, dan peran masing-masing negara dalam clean energy supply chain.
"Sesi keynote ini juga menjadi ruang diskusi penting mengenai potensi kolaborasi riset internasional, khususnya di bidang mineral supply chain dan sustainable supply chain," ujar Nyoman dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Senin (24/11/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Nyoman juga melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan sejumlah profesor dan peneliti dari Stanford University serta beberapa perguruan tinggi ternama lainnya di Amerika maupun Asia.
"Pertemuan ini bertujuan untuk membuka peluang kolaborasi riset, visiting scholar, student mobility, dan penguatan publikasi internasional untuk ULBI," tuturnya.
Salah satu capaian penting dalam kunjungan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ULBI dan Center for AI Safety, Stanford University, serta Malaysia University of Science and Technology (MUST).
Penandatanganan ini dilakukan bersamaan dengan kehadiran Rektor MUST (Malaysia University of Science and Technology) yang turut menghadiri konferensi INTERSECT.



















































