jpnn.com, JAKARTA - Pelaksanaan mudik dan balik Lebaran 2026 mencatatkan capaian bersejarah dalam penyelenggaraan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas). Dibandingkan dengan Lebaran 2025, mudik tahun ini dinilai jauh lebih berhasil, ditandai dengan penurunan signifikan angka fatalitas korban kecelakaan serta makin efektifnya pengelolaan arus lalu lintas secara nasional.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang terjun langsung ke lapangan untuk memonitor dan memberikan arahan kepada seluruh jajaran selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Kepemimpinan dan perhatian penuh Kapolri menjadi faktor penting dalam memastikan pengamanan dan pelayanan mudik berjalan optimal.
Capaian ini menjadi tonggak penting dan catatan sejarah dalam pengelolaan arus mudik Lebaran di Indonesia, mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang tetap dapat diimbangi dengan peningkatan keselamatan secara signifikan.
Keberhasilan ini sekaligus melanjutkan capaian positif pada penyelenggaraan mudik Lebaran 2025 yang sebelumnya mendapat apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menilai pelaksanaan mudik berjalan dengan baik, lancar, dan terkendali berkat kerja keras seluruh jajaran serta sinergi lintas sektor.
Pada 2026, capaian tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan secara signifikan, terutama dalam aspek keselamatan yang tercermin dari turunnya angka fatalitas kecelakaan hingga lebih dari 30 persen.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh dari pelaksanaan mudik tahun sebelumnya yang kemudian disempurnakan melalui strategi yang lebih presisi dan berbasis data.
“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, mudik 2026 menunjukkan hasil yang jauh lebih baik. Penurunan fatalitas lakalantas yang signifikan ini menjadi bukti bahwa upaya pengamanan dan pelayanan berjalan efektif. Ini adalah hasil kerja keras seluruh stakeholder dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” ujar Kakorlantas.
Data anev menunjukkan penurunan tajam pada angka korban meninggal dunia sebesar 31,19 persen atau berkurang 136 jiwa dibandingkan periode Lebaran tahun lalu. Secara keseluruhan, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas juga turun 6,31 persen dari 3.754 kasus menjadi 3.517 kasus. Penurunan juga tercatat pada kategori luka berat sebesar 13,8 persen, yang menunjukkan bahwa langkah preventif dan kesigapan petugas di lapangan berhasil menekan tingkat keparahan kecelakaan di jalur mudik.















































