jabar.jpnn.com, BANDUNG - Pengusaha bus pariwisata di Jawa Barat bakal menghentikan sebagian operasional bus akibat dampak rupiah yang tembus Rp18.000 per dolar.
Mereka menyebut harga suku cadang kendaraan mengalami kenaikan yang berdampak pada biaya operasonal bus tinggi.
"Bukan tidak akan beroperasi, akan tetapi menghentikan operasional beberapa armadanya karena imbas nilai tukar rupiah anjlok terhadap dolar yang berdampak naiknya suku cadang kendaraan bus, mengakibatkan biaya operasional bus menjadi tinggi," kata Sekjen Ikatan Perusahaan Otobus Pariwisata Jawa Barat, Herdis Subarja, Minggu (7/6/2026).
Ia menuturkan, para pengusaha bus pariwisata terpukul dengan kondisi rupiah yang hari ini di angka Rp18.095.
Sebab dampaknya menyebabkan kenaikan harga suku cadang terus melonjak, sementara pendapatan semakin turun.
"Pesanan atau order sewa bus pariwisata semakin menurun terus sejak awal tahun 2026 bahkan kondisi belum pulih dimana tahun 2025 gubernur Jabar melarang kegiatan studi tour sekolah di Jawa Barat. Kondisi perusahaan bus pariwisata saat ini semakin parah," ungkap dia.
Herdis mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk melakukan tindakan nyata dan berguna bagi para pelaku usaha bus pariwisata.
Seperti penurunan atau penghapusan sementara PPN untuk barang tertentu seperi suku cadang kendaraan bus.


















































